SINOPSIS NOVEL MOTIVASI “PUTRA SALJU”
Judul : Putra Salju
Karya : Salman el-Bahry
Penerbit :
DIVA Press Jogjakarta
Tahun terbit :
2011, cetakan pertama
Seorang
anak nelayan tinggal di sebuah desa kecil yang terpencil di salah satu sudut
negeri ini dikisahkan penuh warna. Di pundaknya diletakkan dua impian besar
orang tuanya. Ibunya menginginkan ia menjadi seorang pengusaha sukses seperti
Muhammad Jusuf Kalla dan menikah dengan gadis Bugis demi memelihara kemurnian
nasab. Ibunya kerab memanggil namanya dengan panggilan Sufu (Muhammad Jusuf). Sedangkan
ayahnya memberi nama Baharudin karena menginginkannya sejenius Bacharuddin Jusuf
Habibie. Nama yang tertera di ijasah Baharudin karena pada awal mendaftar
sekolah, ayahnya mencantumkan nama itu. Meski begitu nama yang lebih dikenal
masyarakat adalah adalah Putra Salju julukan dari Pak Kades karena ia yang
peduli terhadap arsip balai desa dan menyelamatkannya dari banjir di saat orang-orang
sibuk menyelamatkan diri dan harta masing-masing.
Pasca banjir
disikapi positif oleh tokoh. Ia menemukan banyak ikan di rawa-rawa. Hampir setiap
hari ia menangkap ikan, merendamnya dengan garam dan menjemurnya selama
seminggu. Ia bisa mendapatkan uang dengan menjualnya ke pasar.
“Ayah, kenapa kita harus membaca?
Kita kan tinggal di desa? Bukankah membaca itu pekerjaan orang kota?” Selain
memberi contoh selalu membaca di setiap waktu senggang, ayahnya juga
menjelaskan panjang lebar manfaat membaca.
Berbagai usaha dilakukan untuk
mewujudkan keinginan ibu dan ayahnya. Ia menulis tiga buah buku yang
dipersembahkan untuk ayahnya. Ia juga memiliki usaha jual beli HP dan toko
buku. Diakhiri ending pertemuannya dengan seorang wanita. Ia jatuh cinta dengan
orang Jawa namun tidak mendapat restu ibunya.
“Andaikata, lima pendekatan yang kusebutkan tadi telah
kutempuh, tetapi ibu tetap membatu, biarlah aku menempuh jalannya Imam
an-Nawawi: AKU TAKKAN MENIKAH SEUMUR HIDUPKU!”
