Senin, 09 Februari 2015

SINOPSIS NOVEL MOTIVASI “PUTRA SALJU”

SINOPSIS NOVEL MOTIVASI “PUTRA SALJU”
Judul                     : Putra Salju
Karya                     : Salman el-Bahry
Penerbit              : DIVA Press Jogjakarta
Tahun terbit       : 2011, cetakan pertama

                Seorang anak nelayan tinggal di sebuah desa kecil yang terpencil di salah satu sudut negeri ini dikisahkan penuh warna. Di pundaknya diletakkan dua impian besar orang tuanya. Ibunya menginginkan ia menjadi seorang pengusaha sukses seperti Muhammad Jusuf Kalla dan menikah dengan gadis Bugis demi memelihara kemurnian nasab. Ibunya kerab memanggil namanya dengan panggilan Sufu (Muhammad Jusuf). Sedangkan ayahnya memberi nama Baharudin karena menginginkannya sejenius Bacharuddin Jusuf Habibie. Nama yang tertera di ijasah Baharudin karena pada awal mendaftar sekolah, ayahnya mencantumkan nama itu. Meski begitu nama yang lebih dikenal masyarakat adalah adalah Putra Salju julukan dari Pak Kades karena ia yang peduli terhadap arsip balai desa dan menyelamatkannya dari banjir di saat orang-orang sibuk menyelamatkan diri dan harta masing-masing.
                Pasca banjir disikapi positif oleh tokoh. Ia menemukan banyak ikan di rawa-rawa. Hampir setiap hari ia menangkap ikan, merendamnya dengan garam dan menjemurnya selama seminggu. Ia bisa mendapatkan uang dengan menjualnya ke pasar.   
“Ayah, kenapa kita harus membaca? Kita kan tinggal di desa? Bukankah membaca itu pekerjaan orang kota?” Selain memberi contoh selalu membaca di setiap waktu senggang, ayahnya juga menjelaskan panjang lebar manfaat membaca.
Berbagai usaha dilakukan untuk mewujudkan keinginan ibu dan ayahnya. Ia menulis tiga buah buku yang dipersembahkan untuk ayahnya. Ia juga memiliki usaha jual beli HP dan toko buku. Diakhiri ending pertemuannya dengan seorang wanita. Ia jatuh cinta dengan orang Jawa namun tidak mendapat restu ibunya.

“Andaikata, lima pendekatan yang kusebutkan tadi telah kutempuh, tetapi ibu tetap membatu, biarlah aku menempuh jalannya Imam an-Nawawi: AKU TAKKAN MENIKAH SEUMUR HIDUPKU!”

0 komentar: