Minggu, 12 Maret 2017

Panduan Cara Membuat Blog

Panduan Cara membuat Blog. Membuat blog itu sebenarnya sangat mudah. Jadi siapapun Anda yang ingin memiliki blog pribadi dapat membuatnya dengan mudah. Blogspot bisa Anda gunakan untuk media berbagi informasi atau untuk media promosi bisnis. Mau tahu caranya? Berikut ini saya sampaikan panduannya.
Sebelum membuat akun blogspot, Anda harus memiliki akun gmail. Jika ada yang belum memiliki akun gmail, sebaiknya membuat terlebih dahulu.
Cara membuat gmail:
1. masuk ke gmail

2. klik tulisan create an account
3. isi data yang diminta

4. buat nama email yang menarik atau sesuai dengan nama diri, nama bisnis, atau nama produk dan pastikan nama tersebut tersedia. nama tersedia jika ada tanda ceklis di sampingnya.
5. buatlah password dengan kombinasi huruf dan angka. Pastikan mengingat password tersebut atau catat paswordnya.
6. setelah mengisi semua data, klik next step hingga selesai proses pembuatan akun.
7. verifikasi nomor handphone
7. klik I agree

7. setelah itu klik continue to gmail tersebut.
8. gmail sudah jadi dan siap digunakan


Cara membuat blogspot:
1. masuk ke blogger

2. klik masuk dan isi nama email serta password
3. klik lanjutkan ke blogger

4. klik blog baru untuk membuat blog

4. isi judul sesuai dengan blog yang Anda inginkan

5. isi alamat blog yang mewakili blog yang akan Anda buat dan pastikan alamatnya tersedia. Jika tidak tersedia ganti alamatnya.
6. template pilih yang sederhana saja dulu
7. klik buat blog
8. blog sudah jadi
9. Anda sudah bisa membuat konten dengan cara klik new entri. Isi judul, kemudian isi konten dengan tulisan dan gambar, serta isi labelnya. Setelah selasai kemudian klik publikasikan.

Demikian tadi panduan cara membuat blogspot. Mudah-mudahan bermanfaat.
Bagamana? Bisa dipraktekkan? Gampang kan? Silakan tanya di kolom komentar jika ada kesulitan.

Senin, 06 Maret 2017

Hiasilah Ilmu Dengan Akhlaq Mulia


Hiasi ilmu dengan akhlaq mulia. Tanpa akhlaq mulia, ilmu itu akan lebih membahayakan daripada kebodohannya. Seorang yang bodoh akan dimaafkan karena kebodohannya sedangkan seorang yang berilmu tidak dimaafkan karena ketiadaan akhlaq mulia dalam dirinya.
Dengan memiliki akhlaq yang mulia, niscaya setiap orang akan memuliakan dan menyayanginya.

Aku Senang Membantu Ibu


Fahmi sedang asik main game di HP-nya. Ibunya yang baru sampai di rumah, memanggil agar ia membantu membawakan belanjaan ibunya. Ia menolak  sambil berkata, “ahh, capek Bu.” Akhirnya ibunya membawa belanjaannya sendiri ke dapur lalu sibuk memasak di dapur. Ketika  makanan sudah matang, Fahmi makan dengan lahapnya. Selesai makan, ia hendak pergi bermain. Ia meletakkan piring tetap di meja makan. Ibunya memintanya menaruh piringnya di tempat cucian piring. Sambil berlalu, ia spontan menjawab, “Ah, aku mau main ke luar Bu.” Teriakan ibunya tidak digubrisnya.
Suatu hari, Fahmi  pulang sekolah dalam keadaan lapar. Ia berteriak pada ibunya, “Bu, ambilkan makan, aku lapar.” Ibunya menyuruhnya ganti baju sambil menunggu diambilkan makan. Segera dilepasnya baju seragamnya dan melemparnya di atas tempat tidur. Kemudian ia segera berganti baju. Ibunya sudah menyiapkan makanan untuknya di meja makan. Melihat baju yang berantakan di atas tempat tidur, ibunya berkata, “Mas Fahmi, baju seragamnya kok ditaruhnya sembarangan sih. Lain kali langsung masukkan ke mesin cuci ya.” Ia hanya melirik ibunya sambil asik makan. Akhirnya ibunya juga yang membawa baju itu ke mesin cuci.
Beberapa hari kemudian, ibu Fahmi jatuh sakit. Dokter menyarankan untuk dirawat. Ayah Fahmi harus mondar-mandir menunggui ibunya beberapa hari. Ketika lapar, Fahmi mencari makanan di atas meja makan. Ayahnya sudah membelikannya makanan dan ditaruh diatas meja. Ia segera memakannya dengan lahap. Kemudian ia meletakkan piringnya ke tempat cucian piring. Selama tiga hari, begitu terus rutinitas Fahmi. Ia tidak pernah mencuci piring bekas tempat makannya. Hingga piring itu menumpuk di tempat cucian piring. Selesai makan ia segera berlari menuju teras hendak bermain. Tanpa sengaja ia menginjak sepatu sekolah yang ditaruhnya sembarangan. Ia pun terjatuh. Ia meringis kesakitan. Ia melihat sekeliling rumahnya. Ternyata rumahnya sangat berantakan. Ia tertegun.
Ternyata selama ini ibunya setiap hari telah membersihkan rumah sehingga ia nyaman bermain.  Ibunya selalu memasak makanan yang lezat agar ia tidak kelaparan. Ibunya selalu mecuci piring sehingga piring kotor tidak menumpuk di tempat cucian. Aku selalu menolak jika disuruh membantu sedikit. Meskipun begitu ibu masih sayang padaku. Terbayang wajah ibunya yang dengan penuh kasih sayang selalu siap membantunya. Matanya berkaca-kaca. Ia menyesal. Ia berjanji akan selalu membantu ibunya. “Aku harus berubah.”
Ia segera mengambil sapu dan segera membersihkan rumah. Ia meletakkan sepatu di rak sepatu. Ia menaruh seragam dan baju kotornya ke dalam mesin cuci. Setelah itu ia mencuci piring kemudian mengepel lantai. Setelah selesai, ia merasa lelah. Baru sehari saja lelahnya seperti ini. Padahal setiap hari ibu selalu melakukan ini dan tidak pernah mengeluh.