Rabu, 17 September 2014

Melirik Bisnis Online

Melirik Bisnis Online
Jualan Online
Bisnis online kini semakin banyak yang melirik. Mulai dari mereka yang memang sudah punya bisnis sampai mereka yang sama sekali belum pernah bergelut dengan bisnis.
Anda yang belum pernah berbisnis tak perlu takut jika ingin ikut melirik bisnis online juga. Bisnis ini bisa dimulai meski tak punya modal. Dropship merupakan alternatif memulai bisnis tanpa modal. Mulai dengan mencari supplyer, kemudian menyampaikan maksud hendak menjadi reseller dengan sistem dropship. 

Dropship
Kelebihan dropship antara lain:
1. Kita tidak perlu modal karena ketika ada pesanan dari customer dan customer telah mentranfer uangnya baru kita transfer ke supplyer.
2. Kita tidak perlu repot packing barang, karena alamat kiriman langsung ditujukan ke customer dan nama pengirim sudah menggunakan nama kita bukan nama supplyer.
3. Tidak rugi waktu untuk mencari barang yang hendak dijual.
4. Tidak ada barang menumpuk di gudang karena memang tidak menimbun barang.
Kekurangan sistem dropship:
1. Kita tidak tahu kualitas barang dagangan kita karena pengiriman langsung ke customer dari supplyer tanpa transit ke alamat kita.
2. Keuntungan kecil.


Reseller 
Menjadi reseller merupakan salah satu cara menjalankan bisnis online. Sistem reseller sebenarnya hampir sama dengan sistem dropship. Persamaannya yaitu sama-sama menjualkan kembali produk atau dagangan supplyer. Bedanya reseller membeli produk dulu dalam jumlah tertentu kemudian menjualnya kembali. Sistem ini memberikan keuntungan lebih banyak dibandingkan dropship. Reseller bisa mengetahui kualitas barang/produk karena pengiriman/packing barang dihandle sendiri setelah menerima kiriman dari supplyer.
Hanya saja sebagai reseller harus siap lebih gencar mempromosikan produknya jika tidak ingin ada yang tersisa.

Supplyer
Supplyer offline akan semakin berkembang jika promosinya diperluas melalui online. Website merupakan situs yang boleh dibilang wajib dimiliki supplyer untuk memajang produk-produknya. Promosi lain bisa dilakukan di berbagai jaringan sosial termasuk facebook dan bbm. Yang tidak kalah penting dengan selalu update produk di website.
Dalam promosi, supplyer sebaiknya lebih sering mencari reseller dan dropshipper untuk mempercepat dan memperbesar profit/pendapatan.
Seiring dengan banyaknya persaingan, sebagai supplyer perlu punya taktik, strategi, atau jurus jitu untuk mendapatkan reseller/dropshipper dan supaya resellernya berjuang tanpa henti dalam mempromosikan produknya. Salah satunya memberikan bonus/reward. Bonus/reward bisa diberikan kepada reseller yang mampu mencapai target tertentu atau dalam kurun waktu tertentu terus menerus melakukan order.

Puisi: Perbandingan

Andai dibandingkan
Kebohongan lebih berat daripada bumi.
Kebenaran lebih luas daripada bumi.
Hati yang merasa cukup dengan apa yang diberikan Allah
lebih kaya dibandingkan lautan.

Andai dibandingkan,
Pemimpin yang dholim lebih panas dibandingkan api
Adu domba lebih pahit daripada racun
Kesabaran juga lebih pahit dibandingkan racun
Hati yang beku lebih dingin daripada bulan.

Ya Allah
Berilah kami yang terbaik
Ilmu yang bermanfaat,
Harta yang bermanfaat,
Dan anak-anak yang menentramkan hati.

Puisi: Sabar



Sabar
Apa yang harus kulakukan?
Marah, tiada guna
Namun emosi kadang tak terbendung
Meletup-letup tak terkendali
Menyua semua tak terkecuali

Lelah, gerah
Gemetar justru menghampiri
Kemarahan semakin menyiksa batin

Sabar
Dimanakah kau?
Hampiri aku yang sedang dilanda kemarahan dan frustasi

Ya Allah hanya kepadaMu
Tempat kembali
Tempat memuji
Tempat memohon kesabaran hampiri diri
Top of Form

Selasa, 16 September 2014

Fiksimini: Oh My Love



Cintaku bertepuk sebelah tangan. Dosen yang aku suka namanya Pak Heri tak punya perhatian khusus padaku. Di setiap mata kuliahnya aku selalu aktif bertanya dan selalu duduk di depan. Dari gelagatku sebenarnya mungkin beliau tahu aku suka padanya. Apa itu salah? Beliau tidak pernah buat kutersinggung, berbagai alasan yang masuk akal selalu terlontar dari bibirnya yang seksi ketika aku sering mengajaknya berbicara masalah statusnya dan selalu kutanyakan apakah beliau sudah punya tambatan hati. Sampai-sampai aku memberanikan diri untuk mempromosikan diri menjadi pendampingnya. Beliau hanya tersenyum seolah menganggapku hanya bercanda. Ada tampang bercandakah aku? Tak pantaskah mahasiswa menyukai dosennya yang masih single?
Harapanku makin kandas tatkala aku berada di teras gedung wisuda kakak kelas satu kos-kosan. Kulihat dosenku bersama kakak kelasku, Rina. Rina sangat anggun dengan balutan baju kebaya didampingi pak Heri dengan jas hitamnya. Mereka pasangan yang serasi. Aku baru paham sekarang, aku memang tak pantas untuk beliau. Sadar diri.

Fiksimini: Kantuk




 
Hari ini benar-benar rasanya mata tidak bisa diajak kompromi. Maunya lengket meski berusaha aku pelototkan. Tapi nasib masih berpihak padaku, daganganku tak selaris lapak sebelah yang penjualnya sampai tak terlihat pantatnya. Aku bisa duduk bermalasan dengan kepala hampir jatuh terkulai. Tak terpikir olehku bakal membawa kembali dagangan ke rumah lagi dengan sedikit penglaris. Dagangan tak basi namun hasil tak sesuai harapan istri. Berbeda dengan lapak tetangga sebelah yang jual somay, hampir habis dagangannya. 
Aku tetap dengan keberuntunganku, menikmati anugerah kantuk tak terkira.
"Bang, kopinya 10 gelas ya!"
"Oh, ya mas silakan duduk smua," ucapku terkejut karena suaranya yang kencang.
Segera kusiapkan air panas, gelas dan kopi. Belum sempat kutuang air panas itu ke gelas, pundakku serasa ada yang mengguncang. "Bangun, mas! Bangun! Ada trantib." 
"Oh, my god! Astagforullah!" aku bingung dan kelabakan membereskan daganganku.

Fiksimini: Cemburu


Matanya berkaca-kaca seolah tak mampu sembunyikan air mata. Apa yang membebani? Kebiasannya menghidangkan secangkir kopi kesukaanku, dua hari ini tak kudapati. Bila ada masalah biasanya istriku membahasnya melalui sms.
***
"Ayah, aku sebel sama ayah, aku mau kita cerai!" sms istriku ini sangat mengejutkan. Segera kubalas pesannya seolah tak ingin membuat menunggu dengan menanyakan alasannya.
"Ayah udah ga sayang aku lagi kan, mentang-mentang aku sudah ga cantik lagi, genit kan kalau lihat cewek muda."
Ya Allah, kejadian di mall itu membuat istriku cemburu. Memang tanpa sadar aku sering melihat wanita-wanita cantik di mall yang kami kunjungi. Tapi tak sedikitpun ada niatku untuk menduakannya.
Aku berusaha menjelaskan itu. Ia masih tak mau mengerti. "Ok kita bicarakan baik-baik di rumah ya, ayah tunggu, ayah selalu sayang sama ibu." Aku tak ingin membuat permasalahan ini mengambang.
***
"Lihat keempat anak kita! Ibu siap jika nanti mereka dapati ibu bapaknya bercerai dengan alasan cemburu yang tak beralasan."
"Aku punya alasan," tangkisnya. "Ya tapi ayah kan sudah minta maaf, dan janji ga akan mengulanginya, demi Allah. Aku janji!"
Perlahan namun pasti, ia mulai menghilangkan wajah kusutnya berganti senyum manis yang selalu membuatku klepek-klepek.

Tangerang, 15/09/14