Cintaku bertepuk
sebelah tangan. Dosen yang aku suka namanya Pak Heri tak punya perhatian khusus
padaku. Di setiap mata kuliahnya aku selalu aktif bertanya dan selalu duduk di
depan. Dari gelagatku sebenarnya mungkin beliau tahu aku suka padanya. Apa itu
salah? Beliau tidak pernah buat kutersinggung, berbagai alasan yang masuk akal
selalu terlontar dari bibirnya yang seksi ketika aku sering mengajaknya
berbicara masalah statusnya dan selalu kutanyakan apakah beliau sudah punya
tambatan hati. Sampai-sampai aku memberanikan diri untuk mempromosikan diri
menjadi pendampingnya. Beliau hanya tersenyum seolah menganggapku hanya
bercanda. Ada tampang bercandakah aku? Tak pantaskah mahasiswa menyukai
dosennya yang masih single?
Harapanku makin kandas
tatkala aku berada di teras gedung wisuda kakak kelas satu kos-kosan. Kulihat
dosenku bersama kakak kelasku, Rina. Rina sangat anggun dengan balutan baju
kebaya didampingi pak Heri dengan jas hitamnya. Mereka pasangan yang serasi.
Aku baru paham sekarang, aku memang tak pantas untuk beliau. Sadar diri.

0 komentar:
Posting Komentar