Kamis, 16 Februari 2017

Rahasia Anak Nakal Menjadi Baik

Rahasia anak nakal menjadi baik. Banyak anak nakal yang ketika ia sudah tumbuh remaja atau dewasa kemudian ia berubah menjadi baik. Itu yang kita harapkan. Tetapi masih banyak pula yang tetap menjadi nakal bahkan menjadi kriminal.
Ketika anak kita nakal sebagai orang tua kita jangan selalu berucap bahwa anak kita nakal. Katakanlah bahwa anak kita itu pintar dan baik. Selalu ucapkan itu di depannya dan di depan orang lain. Jangan hiraukan jika ada yang mengatakan bahwa kita tidak melihat kenyataan kalau anak kita nakal. Anggaplah anak kita sedang berproses untuk menjadi anak yang baik, pintar dan sholeh/sholehah. Tentu dengan disertai memberi anak kita pengertian bahwa apa yang dilakukannya itu kurang benar atau salah. Karena apa yang kita ucapkan itu akan menjadi doa buat anak-anak kita. Sebaliknya jika kita selalu berucap bahwa anak kita nakal dengan selalu memarahinya dan mengumpatnya niscaya itu pun akan menjadi doa buatnya sehingga ia semakin nakal bukannya berubah.
Semua sebenarnya kembali pada takdir Allah. Jika Allah berkehendak terhadap anak tersebut berubah menjadi baik maka itu akan terjadi. Ridho Allah bergantung pada ridho orang tua. Jika orang tua ridho maka Allah pasti akan ridho. Orang tua ridho dengan ketetapan Allah pada anaknya dengan terus mendoakannya agar anaknya berubah menjadi baik dan menjadi anak yang sholeh/sholehah. Jika orang tua saja tidak ridho akan ketetapan Allah pada anaknya maka Allah pun tidak akan ridho pada anak kita.
Oleh karena itu jika anak kita sempat nakal, doakanlah ia dan berilah pengertian bahwa itu salah. Mudah-mudahan Allah mendengarkan doa kita.
Tahukah kalian mengapa dulu sering mendengar cerita ada anak kyai semasa kecilnya nakal tetapi semasa remaja dan dewasa ia berubah menjadi baik? Itu karena orang tuanya selalu mendoakannya dengan ikhlas  dan orang tuanya ridho atas ketentuan Allah pada anaknya.  Dan satu lagi, gurunya pun ridho serta selalu mendoakannya.
Semoga tidak hanya kita sebagai orang tua saja yang ridho tetapi para guru anak kita juga ridho dan selalu mendoakan anak-anak kita. Aamiin.

Senin, 13 Februari 2017

Bagaimana Mengatasi Rasa Tersinggung?


Bagaimana Mengatasi Rasa Tersinggung? Tersinggung itu terjadi jika kita tidak tahan dengan anggapan orang lain tentang diri kita. Ketika itu kita akan sibuk membela diri dan menganggap orang yang membuat tersinggung itu tidak ada apa-apanya dibandingkan kita. Kita akan mencari-cari kesalahan dan kekurangnnya sehingga muncullah umpatan bahkan juga bisa fitnahan untuk orang tersebut.
Penyebab rasa tersinggung itu karena kita menilai diri kita lebih dari kenyataan. Misalnya: merasa pintar, baik, cantik, tampan, kaya, terhormat, berjasa, terpandang, dan lain sebagainya.
Bagaimana cara mengatasi rasa tersinggung?
1. Menyadari bahwa semua yang kita miliki semua berasa dari Allah.
Semua ilmu, kekayaan, pangkat, dan jabatan ini adalah pemberian Allah. Kita bukanlah apa-apa tanpa pemberian Allah.
2. Menyadari bahwa apapun yang dilakukan orang lain terhadap kita pasti ada manfaatnya.
Ejekan dan hinaan orang lain suatu saat akan ada manfaatnya jika kita menganggap itu sebuah kritikan agar kita menjadi lebih baik. Anggap itu sebagai takdir dari Allah, ujian dari Allah,  dan kita harus menerimanya.
3. Belajar bersimpati.
Kita harus belajar untuk menyenangkan hari orang lain, namun bukan untuk membenarkan sebuah kesalahan.
4. Belajar meningkatkan kualitas diri.
Belajarlah untuk tidak memiliki prasangka buruk dan rasa benci pada orang lain.
Teman-teman saya banyak memberi masukan agar saya diam menahan amarah jika tersinggung. Ini adalah langkah awal supaya tidak muncul amarah, hinaan, atau bahkan fitnah setelah kita tersinggung. Semuanya perlakuan orang lain yang menyinggung harus kita terima dengan lapang dada. Nerimo ing pandum. Ini adalah takdir dari Allah. Allah punya rencana indah buat kita jika kita tidak memiliki prasangka buruk dan rasa benci pada orang lain.