Kesan dan Pesan Selama Diklat Pustakawan Sekolah
Kesan dan Pesan Selama Diklat Pustakawan Sekolah di PPPPTK Bisnis dan Pariwisata Sawangan, Depok yang diselenggarakan pada tanggal 25-29 April 2017. Kesan dan pesan ini saya sampaikan saat penutupan diklat yang dihadiri oleh Kepala Sekda Kota Tangerang, Dadi Budaeri S.E.Ak.
Kesan dan pesannya antara lain:
Diklat pustakawan ini sangat bermanfaat bagi kami untuk mengelola perpustakaan sekolah dengan lebih baik lagi dalam hal administrasi dan pelayanan.
Melalui diklat ini, kami lebih mengetahui dan menguasai cara mengolah bahan pustaka, membuat database bahan pustaka melalui buku induk, membuat klasifikasi dengan sistem DDC (Desimal Dewey Classification), membuat katalog yang benar, mengetahui sistem pelayanan perpustakaan, dan mengelola perpustakaan secara digital (digital library).
dalam diklat ini tidak ada sesi perkenalan di awal. Meskipun berasal dari Tangerang semua, kami belum semuanya saling kenal. Saran saya sesi perkenalan bisa dilakukan dengan perkenalan satu per satu peserta atau dengan menuliskan identitas, keahlian, dan karya di selembar kertas karton dan menempelkannya sehingga kita bisa saling belajar tentang hal lain yang dikuasai teman kita dan saling berbagi ilmu pengetahuan di saat senggang.
Outbond sangat mengesankan. Melalui outbond kita dilatih menguasai pendidikan karakter dengan lebih baik lagi.
Menurut kami, pemateri sudah berkompeten menguasai materi perpustakaan dan pengelolaannya. Kami diajak langsung mempraktekkan membuat buku induk, membuat klasifikasi dengan sistem DDC, membuat katalog, dan mengelola perpustakaan secara digital.
Penginapan peserta, menurut kami sudah nyaman hanya saja belum ada petunjuk kiblat dan jam dinding. Mohon ini dijadikan bahan pertimbangan untuk meningkatkan fasilitas penginapan.
Pelayanan makanan dan kudapan, menuut kami sudah bervariasi dan enak. Begitu juga dengan pelayanan panitia dari awal cek in hingga penutupan juga kami asakan sangat baik.
Harapan kami, apa yang kami pelajari dan praktekkan selama diklat, dapat pula dipraktekkan di sekolah demi kemajuan pengelolaan perpustakaan. Ini semua tidak akan terwujud tanpa dukungan pihak sekolah dan dinas pendidikan, terlebih untuk pengadaan digital library.


0 komentar:
Posting Komentar