Jumat, 05 Mei 2017

Kesan dan Pesan Selama Diklat Pustakawan Sekolah


Kesan dan Pesan Selama Diklat Pustakawan Sekolah di PPPPTK Bisnis dan Pariwisata Sawangan, Depok yang diselenggarakan pada tanggal 25-29 April 2017. Kesan dan pesan ini saya sampaikan saat penutupan diklat yang dihadiri oleh Kepala Sekda Kota Tangerang, Dadi Budaeri S.E.Ak.
Kesan dan pesannya antara lain:
Diklat pustakawan ini sangat bermanfaat bagi kami untuk mengelola perpustakaan sekolah dengan lebih baik lagi dalam hal administrasi dan pelayanan.
Melalui diklat ini, kami lebih mengetahui dan menguasai cara mengolah bahan pustaka, membuat database bahan pustaka melalui buku induk, membuat klasifikasi dengan sistem DDC (Desimal Dewey Classification), membuat katalog yang benar, mengetahui sistem pelayanan perpustakaan, dan mengelola perpustakaan secara digital (digital library).
dalam diklat ini tidak ada sesi perkenalan di awal. Meskipun berasal dari Tangerang semua, kami belum semuanya saling kenal. Saran saya sesi perkenalan bisa dilakukan dengan perkenalan satu per satu peserta atau dengan menuliskan identitas, keahlian, dan karya di selembar kertas karton dan menempelkannya sehingga kita bisa saling belajar tentang hal lain yang dikuasai teman kita dan saling berbagi ilmu pengetahuan di saat senggang.
Outbond sangat mengesankan. Melalui outbond kita dilatih menguasai pendidikan karakter dengan lebih baik lagi.
Menurut kami, pemateri sudah berkompeten menguasai materi perpustakaan dan pengelolaannya. Kami diajak langsung mempraktekkan membuat buku induk, membuat klasifikasi dengan sistem DDC, membuat katalog, dan mengelola perpustakaan secara digital.
Penginapan peserta, menurut kami sudah nyaman hanya saja belum ada petunjuk kiblat dan jam dinding. Mohon ini dijadikan bahan pertimbangan untuk meningkatkan fasilitas penginapan.
Pelayanan makanan dan kudapan, menuut kami sudah bervariasi dan enak. Begitu juga dengan pelayanan panitia dari awal cek in hingga penutupan juga kami asakan sangat baik.
Harapan kami, apa yang kami pelajari dan praktekkan selama diklat, dapat pula dipraktekkan di sekolah demi kemajuan pengelolaan perpustakaan. Ini semua tidak akan terwujud tanpa dukungan pihak sekolah dan dinas pendidikan, terlebih untuk pengadaan digital library.

Kamis, 04 Mei 2017

Diklat Peningkatan Kompetensi Pustakawan Sekolah


Diklat Peningkatan Kompetensi Pustakawan Sekolah. Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kota Tangerang bekerjasama dengan PPPPTK (Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Bisnis dan Pariwisata di Sawangan Depok, mengadakan Diklat Peningkatan Kompetensi Pustakawan Sekolah di lingkungan Pemerintah Kota Tangerang. Diklat dilaksanakan pada 25 - 29 April 2017 dengan jumlah jam sebanyak 53 jam.  Jumlah peserta terdiri dari 30 orang.
Dengan diadakannya diklat ini, pemerintah berharap para pustakawan (1) memahami letentuan standar nasional perpustakaan nasional, (2) memahami peran, tugas, dan tanggung jawab sebagai tenaga pengelola perpustakaan sekolah, (3) memahami mengelola administrasi dan fungsi perpustakaan sekolah dengan baik, dan (4) memahami pengelolaan perpustakaan secara digital.
Materi dalam diklat ini terbagi menjadi tiga bagian, yaitu materi umum, materi pokok/inti, dan materi penunjang. Materi umum antara lain (1) Kebijakan Pemerintah Kota Tangerang yang disampaikan oleh Dinas Pendidikan Kota Tangerang dan (2)Pengembangan Diri dan Dinamika Kelompok yang akan dibimbing oleh tim Outbond PPPPTK Bisnis dan Pariwisata. Materi Pokok terdiri dari enam bagian, antara lain (1) Standar Nasional Perpustakaan Sekolah, (2) Standar Tenaga Pengelola Perpustakaan Sekolah, (3) Pengelolaan Perpustakaan Sekolah, dan (4) Digital Library. Materi tersebut disampaikan oleh Tim Widyaiswara dan PTP PPPPTK Bisnis dan Pariwisata. Sedangkan Materi Penunjang terdiri antara lain (1) Pembukaan dan Penutupan dan (2) Pre Tes dan Pos Test.
Pembukaan yang dijadwalkan pada tanggal 25 April 2017 pagi namun dimundurkan jadwalnya karena para pejabatnya masih ada dinas di luar yang tidak bisa ditinggalkan. Untuk itu pre tes dilakukan di awal sebelum pembukaan.
Outbond dilaksanakan dua hari. Penugasan mengarahkan peserta lebih kompak, bekerja sama, bertanggung jawab, sabar, jujur, memahami instruksi, fokus, dan kreatif. Peserta terlihat gembira melaksanakan penugasan yang melibatkan seluruh anggota kelompok.

Materi Tentang Perpustakaan
1. Perpustakaan merupakan tempat buku/informasi yang dikelola dan diatur dengan suatu sistem tertentu untuk digunakan oleh pemakainya sebagai sumber informasi.
2 Klasifikasi buku berdasarkan sistem DDC (Desimal Dewey Classification)
3. Fungsi perpustakaan
4. Macam-macam perpustakaan
5. Syarat mendirikan perpustakaan
6. Sistem Layanan Perpustakaan seharusnya sistem kombinasi (terbuka dan tertutup)
7. Koleksi perpustakaan
8. Layanan
9. Bentuk-bentuk pelayanan (1. langsung: pelayanan sirkulsi, referensi, bimbingn pembaca, 2. Tidak langsung: penyediaan bahan-bahan pustaka, kerjasama, pembinaan)
10. Pengelolaan Bahan pustaka (buku induk, buku inventaris, kartu katalog)

Materi Klasifikasi
Klasifikasi adalah pengelompokan bahan pustaka berdasarkan subjek/pokok bahasan berdasarkan ciri-ciri yang sama/hampir sama.
Menurut Malvil Dewey, ilmu pengetahuan dikelompokkan dalam 10 kelompok besar yang disebut kelas utama. Masing-masing kelas utama terdiri dari 10 divisi. Masing-masing divisi memiliki 10 seksi. Masing-masing seksi terdiri dari sub seksi.
Buku yang harus dimiliki perpustakaan untuk klasifikasi buku yang ada di perpustakaan:
1. Pengantar Klasifikasi Persepuluhan Dewey
2. Daftar Tajuk Subjek untuk Perpustakaan. Edisi Ringkas. Karya J.N.B. Tairas dan Drs. Soekarman K., MLS

Cara Menganalisa Suatu Bahan Pustaka
1. Judul buku
2. Daftar isi
3. Bibliografi/daftar pustaka
4. Kata pengantar
5. Kata pendahuluan
6. Teks buku (isi buku)

Contoh Kasus Pembuatan Klasifikasi
(1) Majalah Pendidikan
Pendidikan: 370
Majalah: melihat di tabel pembantu yaitu sub divisi standar, masuk kategori: - 05 (penerbitan berseri) maka nomor klasifikasinya: 370.05
(2) Teknik Pengolahan Bahan Pustaka di Indonesia
Lihat indeks karena di notasi tidak ada. Berdasarkan isinya berbicara tentang perpustakaan: 020
Di Indonesia dicek di tabel 2 wilayah: 598
Maka klasifikasinya: 020.598
(3) Djakarta Tempoe Doeloe: 959.8.3
Lihat indeks relatif kemudian cari di bagan.
959 sejarah
8 di Indonesia
3 Djakarta
(4) kamus Indonesia Inggris
Lihat di bagan bahasa 400, kamus bhs indonesia: 413 sedangkan kamus bhs inggris 423. Dua nomor yang berbeda dari bagan klasifikasi tidak boleh digabungkan, maka dicari di tabel pembantu bagian bahasa. Bhs Inggris nomor - 21. Maka nomor klasifikasi: 423.21
(5) Kamus Inggris Indonesia
Kamus Ingris 423.
Di Tabel pembantu, bahasa Indonesia: -1
Nomor klasifikasi: 423.1

Materi Perpustakaan Digital
Materi terdiri dari cara memasang aplikasi perpustakaan digital dan cara menggunakan aplikasi tersebut. Mulai dari mengatur nama sekolah, input bahan pustaka, klasifikasi, input anggota, cetak kartu anggota, inventarisasi, cara mencari judul buku yang tersedia, cara memproses peminjaman. Semua database dijadikan satu dalam sebuah aplikasi. Dengan begitu akan pengelolaan menjadi lebih rapi dan terdata.
Materi diklat pustakawan ini sangat bermanfaat untuk pengelolaan perpustakaan menjadi lebih baik lagi.
Penutupan dilaksanakan pada tanggal 29 April 2017. Kepala Sekda Kota Tangerang, Dadi Budaeri S.E.Ak., berkesempatan untuk menutup acara diklat ini.