Fiksimini: Cemburu
Matanya berkaca-kaca seolah tak mampu sembunyikan air mata. Apa yang membebani? Kebiasannya menghidangkan secangkir kopi kesukaanku, dua hari ini tak kudapati. Bila ada masalah biasanya istriku membahasnya melalui sms.
***
"Ayah, aku sebel sama ayah, aku mau kita cerai!" sms istriku ini sangat mengejutkan. Segera kubalas pesannya seolah tak ingin membuat menunggu dengan menanyakan alasannya.
"Ayah udah ga sayang aku lagi kan, mentang-mentang aku sudah ga cantik lagi, genit kan kalau lihat cewek muda."
Ya Allah, kejadian di mall itu membuat istriku cemburu. Memang tanpa sadar aku sering melihat wanita-wanita cantik di mall yang kami kunjungi. Tapi tak sedikitpun ada niatku untuk menduakannya.
Aku berusaha menjelaskan itu. Ia masih tak mau mengerti. "Ok kita bicarakan baik-baik di rumah ya, ayah tunggu, ayah selalu sayang sama ibu." Aku tak ingin membuat permasalahan ini mengambang.
***
"Lihat keempat anak kita! Ibu siap jika nanti mereka dapati ibu bapaknya bercerai dengan alasan cemburu yang tak beralasan."
"Aku punya alasan," tangkisnya. "Ya tapi ayah kan sudah minta maaf, dan janji ga akan mengulanginya, demi Allah. Aku janji!"
Perlahan namun pasti, ia mulai menghilangkan wajah kusutnya berganti senyum manis yang selalu membuatku klepek-klepek.
Tangerang, 15/09/14

0 komentar:
Posting Komentar