Senin, 08 Desember 2014

Madu Mongso. Kue olahan khas Jawa Timur

Lebaran tak lengkap rasanya tanpa madu mongso terhidang di meja tamu ibuku
Semua sepupu, paman, keponakan, serta anakku menyukainya
Jika tak terhidang waktu lebaran pasti ada pertanyaan, "tidak buat madu mongso?"

Proses pembuatan membutuhkan kesabaran
Mulai dari 'nyoso' ketan hitam supaya tidak 'nglenis' alias keras ketan hitamnya. 'Nyoso' itu dengan cara menguleg ketan hitam bukan bermaksud menghaluskan namun untuk membuang kulit arinya.
Ketan hitam yang sudah disoso selanjutnya dicuci kemudian direndam. Ketan putih dicuci terpisah dan dimasak terpisah.
Proses lanjutannya adalah memasak ketan hitam di dandang kemudian diangkat diberi air agak banyak (dikaru) kemudian dimasak di panci dengan ditambah gula dengan perbandingan 1 kg ketan gulanya 2 ons kemudian dimasak lagi di dandang. Ketan putih dimasak terpisah bedanya dimasak di dandang kemudian diangkat dipanci diberi air (istilahnya dikaru) langsung dimasak lagi di dandang, setelah keduanya masak, dicampur, didinginkan dan diberi ragi supaya menjadi tape. Kurang lebih butuh waktu 3 hari.
Pengolahan terakhir dengan mencampur tape dengan santan kani yang direbus ditambah dengan gula. Ukurannya sebenarnya menurut selera semakin banyak kelapa semakin bagus. Perbandingannya begini, untuk 1 kg ketan kelapanya 1 butir ukuran besar atau sedang, gulanya 4 ons. Campuran tape, santan kani, dan gula diaduk di atas api besar supaya cepat. Adonan madu mongso terlihat jadi setelah aroma sedapnya terasa, adukannya sudah berat, dan di pegang sudah tidak lengket (istilahnya: nglengo, jawa, red). Diangkat, didinginkan, baru bisa dibungkus sesuai selera.

Mungkin bagi sebagian orang setelah tahu prosesnya dirasa terlalu bertele-tele. Tiap individu bisa berbeda proses pembuatannya dan aku yakin rasanya juga berbeda. Tapi itulah yang terjadi, kehidupan ini pun juga begitu, hasil mungkin hampir sama tapi rasanya pasti berbeda karena proses kehidupan yang kita jalani juga berbeda.

0 komentar: