Senin, 08 Desember 2014

Panggilan ke Sekolah Anakku

Handphone berdering kencang memecah suasana kelas. Segera kulihat, ternyata wali kelas putriku di SMK 2. “Bisa datang ke sekolah hari ini, Bu. Penting.” Suara Bu Ayu terdengar jelas. Ya, Bu, saya usahakan.” Tanpa basa-basi lagi segera kuakhiri telepon itu. Segera kuberi tugas kelompok pada kelasku ini dan berpamitan pada guru piket.
Sesampainya di ruang BP, aku melihat di situ telah ada bu Ayu dan putriku, Safa. Aku kaget setengah mati kenapa Safa ada di sekolah ini? Sifa mana? Belum terjawab kebingunganku, telepon bordering dan kini dari wali kelas Safa di SMK 8. Beliau memintaku untuk datang ke sekolahnya juga. Seolah tahu kebingunganku, Bu Ayu segera menjelaskan maksud panggilan ini. Safa dan Sifa bertukar tempat sekolah. Oh, kini kupaham itu. Masalahnya hanya karena Safa pendiam dan tidak berani melawan temannya yang usil.
“Sifa membuat hidung Aldi berdarah karena jotosannya,” cerita ayah yang kuminta datang ke SMK 8.

0 komentar: