Sesampainya di ruang BP, aku melihat di situ telah ada bu Ayu dan putriku, Safa. Aku kaget setengah mati kenapa Safa ada di sekolah ini? Sifa mana? Belum terjawab kebingunganku, telepon bordering dan kini dari wali kelas Safa di SMK 8. Beliau memintaku untuk datang ke sekolahnya juga. Seolah tahu kebingunganku, Bu Ayu segera menjelaskan maksud panggilan ini. Safa dan Sifa bertukar tempat sekolah. Oh, kini kupaham itu. Masalahnya hanya karena Safa pendiam dan tidak berani melawan temannya yang usil.
“Sifa membuat hidung Aldi berdarah karena jotosannya,” cerita ayah yang kuminta datang ke SMK 8.

0 komentar:
Posting Komentar